top of page
  • Writer: Gereja Kemuliaan Sion
    Gereja Kemuliaan Sion
  • Dec 16, 2025
  • 1 min read

16 Desember 2025


Mikha 5:1-7:20

Why. 7:1-17

Mazmur 135:1-21

Amsal 30:5-6


Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita. - 1 Yohanes 1:9-10


Untuk Direnungkan: Kita tidak bisa berubah sampai kita mengakui bahwa kita perlu berubah.

Kita tidak dapat mengubah apa pun sampai kita sepenuhnya paham apa yang perlu diubah — di mana kita telah meleset dari sasaran dan tersesat. Sama seperti setiap tindakan pertama kali dimulai dari sebuah pikiran, maka kita, sebagai anak-anak Pencipta alam semesta yang indah ini, harus memperbarui pikiran kita sendiri sebelum kita dapat memulihkan dan memperbarui dunia untuk kerajaan Allah.


Kita harus mengakui bahwa ada perjuangan yang kita harus jalani terhadap masalah yang kita hadapi sebelum kita dapat mengalahkannya, keluar dari sistem yang rusak, dan mengubah dunia kita menjadi lebih baik. Dengan berpura-pura kita tidak punya masalah, atau mencoba menyembunyikan masalah, kita sebenarnya tidak sedang membantu siapapun, terutama diri kita sendiri. Perubahan dimulai saat kita bercermin.


Disadur dari : Switch on Your Brain Every Day : 365 Readings for Peak Happiness, Thinking, and Health, oleh Dr. Caroline Leaf

 
 
 
  • Writer: Gereja Kemuliaan Sion
    Gereja Kemuliaan Sion
  • Dec 15, 2025
  • 1 min read

15 Desember 2025


Mikha 1:1-4:13

Why. 6:1-17

Mazmur 134:1-3

Amsal 30:1-4


Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. --- 2 Petrus 3:10


Tip cerdas: Pikiran kita adalah yang paling berkuasa di dalam alam semesta selain Allah.

Banyak orang berpikir bahwa ketika Yesus datang kembali, bumi akan terbakar oleh api dan semuanya akan menjadi baru kembali. Sayangnya gagasan itu berdasarkan terjemahan yang salah dari 2 Petrus 3:10 dalam versi King James. Bumi tidak akan hangus tetapi akan “diungkapkan” atau “ditelanjangi” atau “ditemukan.” Kata Yunani yang mendasarinya datang dari kata pengecoran, suatu tempat dimana logam dimurnikan dari kotoran melalui api. Pada dasarnya semua yang buruk yang tidak berdasarkan kasih akan hangus dan lenyap, tetapi semua yang baik dan indah dan benar akan tetap. Bumi yang kita kenal dan kebanyakan yang kita kasihi akan tinggal, tetapi akan lebih sempurna daripada yang dapat kita bayangkan.


Oleh karena itu kita harus berhati-hati bagaimana kita berlaku tidak hanya terhadap orang lain tetapi terhadap semua penciptaan. Kita perlu memperbaharui pikiran kita setiap hari, karena pilihan kita mempunyai kekuasaan hidup dan mati. Kita membawa sorga, atau neraka, ke bumi.


Dan sangatlah mendorong untuk mengingat bahwa pikiran yang berdasarkan kasih yang kita tanam kedalam pikiran kita dan buah yang baik yang dihasilkan dalam hidup kita mempunyai makna yang kekal --- tidak akan hangus terbakar dalam ciptaan baru!


Disadur dari : Switch on Your Brain Every Day : 365 Readings for Peak Happiness, Thinking, and Health, oleh Dr. Caroline Leaf

 
 
 
  • Writer: Gereja Kemuliaan Sion
    Gereja Kemuliaan Sion
  • Dec 14, 2025
  • 1 min read

14 Desember 2025


Yunus 1:1-4:11

Why. 5:1-14

Mazmur 133:1-3

Amsal 29:26-27


“Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.” —2 Petrus‬ ‭1:4-7‬ ‭TB‬‬


Untuk Direnungkan: Kita harus mengendalikan apa yang kita pikirkan jika kita ingin berbicara dan bertindak dalam kasih.

Pikiran yang tidak disiplin dipenuhi dengan arus kekhawatiran, ketakutan, dan persepsi menyimpang yang terus menerus dapat memicu proses degeneratif dalam pikiran dan tubuh. Kita tidak mampu untuk tidak menawan semua pikiran kepada Mesias. Kita perlu menaklukan pikiran untuk menenangkan jiwa kita sehingga kita dapat menyimak dan mendengarkan Tuhan dan hidup sesuai dengan kasih-Nya—kita dapat “[mengambil bagian dalam] kodrat ilahi” Tuhan.


Disadur dari : Switch on Your Brain Every Day : 365 Readings for Peak Happiness, Thinking, and Health, oleh Dr. Caroline Leaf



 
 
 
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey YouTube Icon
bottom of page