top of page
  • Writer: Gereja Kemuliaan Sion
    Gereja Kemuliaan Sion
  • 7 days ago
  • 1 min read

29 Maret 2026


Ul. 11:1-12:32

Lukas 8:22-40

Mazmur 70:1-5

Amsal 12:4


Janganlah gelisah dan gentar hatimu. - Yohanes 14:27


Untuk Direnungkan: Ketakutan adalah toksik bagi otak dan tubuh.

Ketika kita berada dalam mode ketakutan yang terjadi terus menerus, ada probabilitas negatif yang mengambil alih pikiran kita, kita akan terjebak dalam siklus toksik dari respon kimiawi dan neurologis yang akan mempengaruhi pilihan yang kita buat dan reaksi yang kita keluarkan. Kecuali kita kemudian sadar memilih untuk menetralisir dan mengesampingkan reaksi-reaksi ini, kita akan secara sukarela terus bergantung pada belas kasihan lingkungan, reaksi tubuh kita, dan ingatan toksik dari masa lalu.


Jika kita membiarkan rasa takut mengendalikan kita, kita akan menciptakan kekacauan dan ketidakteraturan dalam pikiran, dengan semua konsekuensi negatif yang menyertainya. Namun, kita tidak harus melanjutkan jalan yang muram ini. Kita dapat berubah, jika kita memilih untuk menggunakan cara berpikir untuk mengubah kondisi otak kita. Kita dapat mengambil kembali kemudi dan merancang ulang pikiran agar sejalan dengan sifat Allah yang penuh kasih.


Disadur dari : Switch on Your Brain Every Day : 365 Readings for Peak Happiness, Thinking, and Health, oleh Dr. Caroline Leaf

 
 
 
  • Writer: Gereja Kemuliaan Sion
    Gereja Kemuliaan Sion
  • Mar 28
  • 1 min read

28 Maret 2026


Ul. 9:1-10:22

Lukas 8:4-21

Mazmur 69:15-36

Amsal 12:2-3


Janganlah gelisah dan gentar hatimu. ---Yohanes 14:27


Untuk Direnungkan: Dengan menanggapi stres secara positif akan mempengaruhi kesehatan mental dan fisik secara positif.

Seperti semua hal dalam kehidupan, cara Anda melihat situasi stres akan mempengaruhi cara Anda menghadapi situasi sulit. Hal ini membuat lega karena penelitian menunjukkan bahwa cara Anda melihat stres dapat membuat tubuh Anda bekerja untuk Anda atau tidak! Bergantung kepada persepsi Anda, Anda dapat membuat situasi sulit bekerja untuk Anda atau sebaliknya. Anda bukan tidak berdaya, Anda mempunyai kekuatan untuk merubah realitas.


Jika Anda berhadapan dengan situasi sulit dengan sikap "gelas setengah penuh” daripada dengan “gelas setengah kosong”, tidak membiarkan hati Anda “gelisah,” pembuluh darah sekitar jantung Anda mulai melebar. Peningkatan aliran darah mengakibatkan peningkatan aliran oksigen ke otak Anda, dengan demikian meningkatkan kelancaran kognitif dan kejernihan pikiran --- yaitu, kemampuan Anda untuk tidak hanya menghadapi tantangan tetapi juga mengatasinya. Peningkatan aliran darah ini juga memberi keseimbangan pada sistem saraf simpatik dan parasimpatik, memberi bahan bakar untuk perkembangan intelektual. Tombol genetika akan dinyalakan dalam hipokampus otak, yang akan memperkuat tubuh Anda, sehingga Anda dapat menghadapi situasi sulit. Lebih dari seribu empat ratus tanggapan neurofisiologi akan diaktifkan, membiarkan Anda tetap kuat ditengah kesulitan.


Disadur dari : Switch on Your Brain Every Day : 365 Readings for Peak Happiness, Thinking, and Health, oleh Dr. Caroline Leaf

 
 
 
  • Writer: Gereja Kemuliaan Sion
    Gereja Kemuliaan Sion
  • Mar 27
  • 1 min read

27 Maret 2026


Ul. 7:1-8:20

Lukas 7:36-8:3

Mazmur 69:1-14

Amsal 12:1


Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. - Yohanes 14:26


Untuk Direnungkan: Kita dirancang untuk merangkai pemikiran kita.

Ketika kita meminta hikmat kepada Roh Kudus, kita diuntungkan oleh adanya sirkuit yang telah dibangun oleh Tuhan ke dalam otak kita yang bekerja antara amigdala dan bagian depan otak yang disebut prefrontal cortex (PFC), yang terletak kurang lebih di area belakang alis. Beroperasi seperti timbangan, sirkuit ini merespon untuk menyeimbangkan antara logika dan emosi. Hal ini bisa terjadi karena keberadaan lobus frontal, di mana PFC sebuah bagian didalamnya yang terhubung langsung ke semua bagian otak lainnya dan karenanya menjadi sangat aktif ketika kita dengan sadar sedang mengendalikan diri kita sendiri. PFC juga memiliki perintah untuk otak bagian depan basal, yang mengaktifkan semua pemrosesan di otak. PFC mengelola, mengkoordinasikan, dan mengintegrasikan semua wilayah otak lainnya ketika otak sedang beraksi dalam mengolah pikiran, perasaan, dan pilihan.


PFC sangat aktif ketika kita sedang bernalar dan mengolah pikiran kita sendiri. Ini terjadi ketika kita sedang memikirkan situasi yang kita hadapi, dalam pikiran kita atau bahkan dengan suara keras, hampir seolah-olah layaknya kita sedang keluar dari tubuh kita mempertimbangkan pemikiran-pemikiran kita, dan meminta Roh Kudus untuk membimbing semua yang kita pikirkan. Inilah yang dimaksud tindakan menawan pikiran!


Disadur dari : Switch on Your Brain Every Day : 365 Readings for Peak Happiness, Thinking, and Health, oleh Dr. Caroline Leaf

 
 
 
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey YouTube Icon
bottom of page