top of page
  • Writer: Gereja Kemuliaan Sion
    Gereja Kemuliaan Sion
  • Jan 20
  • 1 min read

20 Januari 2026


Kej 41:17-42:17

Mat. 13:24-46

Mazmur 18:1-15

Amsal 4:1-6


Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. - Matius 5:7


Untuk Direnungkan: Kita dirancang oleh Tuhan untuk saling mengasihi.

Seringkali dalam banyak interaksi, kita mengalami salah tafsir, dan ujung-ujungnya kita harus menyusun kembali pengertian kita akan suatu hal yang terjadi. Pada saat-saat seperti itu, kesalahpahaman, harapan yang tidak terpenuhi, dan masalah yang tidak terselesaikan bersatu menciptakan pikiran yang toksik, yang seiring dengan waktu, dapat meracuni banyak hubungan. Lalu dengan hanya berbekal serangkaian petunjuk dan penyelesaian yang buruk, kita akhirnya mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya sudah terjadi.


Kita semua berbeda. Kita tidak memproses berbagai situasi dengan cara yang sama. Jika kita melihat dan menafsirkan tindakan pasangan, kolega, anak, atau teman kita berdasarkan motivasi dan maksud hati kita sendiri, maka kita cenderung akan mengalami salah paham, yang disusul dengan sakit hati, dan kemungkinan akan membawa kepada pertengkaran. Tetapi jika kita mengambil waktu sejenak dan merenungkan apa yang sesama kita katakan bukanlah sebagaimana yang kita dengar dan apa yang dia pikirkan bukanlah sebagaimana yang kita asumsikan, maka anugerah, pengampunan, dan kasih dapat menang.


Tuhan telah membentuk diri kita untuk punya kapasitas mengasihi, bukan menciptakan konflik. Dengan memperhatikan apa yang dibuktikan oleh sains dan menerapkan Firman Tuhan, Anda dapat sampai di level yang lebih tinggi yaitu mampu belajar untuk memahami pasangan, kolega, putra, putri, teman — dan diri Anda sendiri.


Disadur dari : Switch on Your Brain Every Day : 365 Readings for Peak Happiness, Thinking, and Health, oleh Dr. Caroline Leaf

 
 
 
  • Writer: Gereja Kemuliaan Sion
    Gereja Kemuliaan Sion
  • Jan 19
  • 1 min read

19 Januari 2026


Kej, 39:1-41:16

Mat. 12:46-13:23

Mazmur 17:1-15

Amsal 3:33-35


Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu..— Matius 4:23


Untuk Direnungkan: Kasih memiliki kuasa untuk menyembuhkan

Karena ikatan spiritual, emosional dan kimiawi dengan orang-orang di sekitar, kita memiliki kuasa untuk saling membangun atau saling menghancurkan. Ini menyebabkan perubahan struktural yang nyata di dalam otak kita baik ke arah positif maupun negatif - dan ini semua tergantung dari diri kita.


Apabila kita memperlakukan satu sama lain dengan penuh kasih, kita sebetulnya dapat mengurangi rasa sakit secara mental maupun fisik! Area-area pada otak kita yang dapat diaktifkan oleh cinta kasih adalah area yang sama yang dituju oleh obat-obatan yang mengurangi rasa sakit. Jadi, jangan menolak perasaan dan ekspresi cinta kasihmu pada sesama, karena ada manfaaat fisik yang luar biasa ketika kita melakukannya.


Tak heran Yesus melakukan banyak mujizat! FirmanNya dan tindakanNya menunjukkan kekuatan dari sebuah Kasih yang sejati. Kasih dapat menyembuhkan secara nyata.


Disadur dari : Switch on Your Brain Every Day : 365 Readings for Peak Happiness, Thinking, and Health, oleh Dr. Caroline Leaf

 
 
 
  • Writer: Gereja Kemuliaan Sion
    Gereja Kemuliaan Sion
  • Jan 18
  • 1 min read

18 Januari 2026


Kej. 37:1-38:30

Mat. 12:22-45

Mazmur 16:1-11

Amsal 3:27-32


Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” --- Matius 4:17


Untuk Direnungkan: Tanpa menghiraukan kejadian-kejadian di masa lampau, otak dapat berubah. Proses ini disebut proses neuroplastik.

Dalam Perjanjian Baru Yunani, pertobatan berarti “merubah pikiran seseorang”. Pikiran beracun menciptakan berhala, yang akan membawa kepada dosa, atau meleset dari gambaran manusia yang sesuai gambar Allah. Jika dosa mulai dari pikiran kita, maka penyelesaiannya harus dari pikiran kita. Pikiran yang diperbaharui adalah kunci dari pertobatan dan perubahan sejati.


Dengan bantuan Roh Kudus kita dapat mengontrol pikiran kita dan merubah cara kita berpikir, dengan demikian merubah cara kita berbicara dan bertindak. Kita sesungguhnya dapat menjadi perwakilan Allah, mencerminkan kemuliaanNya dan mendatangkan sorga ke bumi. Ketika kita merubah cara berpikir, “Kerajaan Sorga” bisa hadir!


Disadur dari : Switch on Your Brain Every Day : 365 Readings for Peak Happiness, Thinking, and Health, oleh Dr. Caroline Leaf

 
 
 
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey YouTube Icon
bottom of page