Dibentuk Untuk Mengasihi
- Gereja Kemuliaan Sion

- Dec 23, 2025
- 2 min read
23 Desember 2025
Zakh. 4:1-5:11
Why. 14:1-20
Mazmur 142:1-7
Amsal 30:21-23
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. --- 1 Yohanes 4:8
Untuk Direnungkan: Kita dibentuk untuk mengasihi. Pernyataan ini terkenal sebagai bias optimis dalam sains. Mengasihi orang telah tertanam kedalam rancangan alami kita yang membawa kesehatan, penyembuhan dan kegembiraan.
Pilihan adalah bagian penting dari kasih --- kasih tidak ada tanpa kebebasan memilih, dan kasih Allah telah memberikan kita kuasa untuk memilih. Kita mempunyai kuasa untuk memilih hidup atau mati, berkat atau kutuk. Kita diciptakan dalam gambar Allah “yang adalah kasih”, tetapi kita tetap dapat memilih gambar macam apa yang ingin kita cerminkan ke dunia. Kita menciptakan dunia yang ingin kita lihat melalui pikiran yang kita bangun dalam otak kita, yang akan membentuk pikiran masa depan, perkataan dan tindakan.
Kita harus lihat kedalam bagian dalam diri kita--- pikiran dibawah sadar. Pandangan duniawi apa yang telah kita tanamkan disana? Apakah perlu dirubah? Apakah kita telah gagal mengasihi orang lain? Apakah kita sesungguhnya mengenal Pencipta, gambar kasih yang kita cerminkan? Apakah kita merasa canggung dengan diri kita, mental dan fisik? Saya tahu bahwa saya tidak selalu bertindak mengasihi (terutama kalau mengantri di toko kelontong panjang dan kasir kerjanya lama!)
Tetapi jika kita memilih untuk mengendalikan pikiran dan memperbaharuinya, mengaktifkan rancangan kasih dari otak dan tubuh kita, kita akan belajar untuk bertindak dan bereaksi dalam kasih. Akibatnya kita akan membentuk identitas sebenarnya sebagai pembawa gambar Allah yang adalah kasih. Kita akan merasakan kedamaian dalam diri kita, yang akan memberikan kita perasaan sehat fisik dan mental yang mendalam dan berlimpah; kita bertindak seperti yang seharusnya karena kita dirancang dalam kasih.
Disadur dari : Switch on Your Brain Every Day : 365 Readings for Peak Happiness, Thinking, and Health, oleh Dr. Caroline Leaf


Comments