Pemikiran Yang Mengubah Dunia
- Gereja Kemuliaan Sion

- Dec 3, 2025
- 2 min read
3 Desember 2025
Dan. 11:1-34
1 Yoh. 3:7-24
Mazmur 122:1-9
Amsal 29:1
Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. - 1 Petrus 2:5
Untuk Direnungkan: Pemikiran yang mendalam untuk memahami sesuatu memungkinkan kita untuk mengubah dunia menjadi lebih baik.
Agar memori dapat digunakan, maka membutuhkan banyak energi yang keluar ketika kita mencoba memahami informasi. Memori mendapat banyak "paket" energi (kuanta) ketika Anda berulang kali mengolah memori dengan cara yang berbeda setiap hari, maka akan menghasilkan perubahan neurokimia dan struktural yang diperlukan oleh otak untuk membuat memori ini menjadi pikiran yang dapat dipakai dan berguna. Oleh karena itu, memori yang berguna memiliki banyak energi, sehingga dapat diakses. Ketika memori menjadi dapat diakses, maka proses ini membantu menginformasikan keputusan berikutnya layaknya menginformasikan kunci jawaban pada soal ujian atau solusi untuk suatu masalah. Namun, jika Anda tidak membuat memori ini mudah diakses, maka tidak akan ada otomatisasi seperti yang disebutkan tadi dan tidak dapat membantu Anda. Untuk mengubah memori jangka panjang menjadi bagian dari pembelajaran hidup, Anda harus memilih cara bekerja keras untuk menginvestasikan waktu dalam kehidupan berpikir Anda.
Sayangnya, kebanyakan orang menyerah dalam minggu pertama latihan ini dan tidak melanjutkan. Akibatnya, mereka harus memulai dari awal lagi. Ini tidak hanya membosankan dan mengecewakan, tetapi juga menciptakan putaran umpan balik negatif. Pemulihan cepat dan trik memori adalah ilusi—jangan biarkan itu semua membodohi Anda. Kita adalah imamat Rajanj, ciptaan yang tinggi. Kita perlu berpikir, dan karenanya kita hidup sedemikian rupa dengan mencerminkan panggilan kita untuk melayani di dunia.
Disadur dari : Switch on Your Brain Every Day : 365 Readings for Peak Happiness, Thinking, and Health, oleh Dr. Caroline Leaf


Comments