Pilihan Yang Menjadi Kenyataan
- Gereja Kemuliaan Sion

- Jan 17
- 1 min read
17 Januari 2026
Kej. 35:1-36:43
Mat. 12:1-21
Mazmur 15:1-5
Amsal 3:21-26
Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” - Matius 4:10
Untuk Direnungkan: Anda dapat memilih untuk mempercayai dusta iblis atau mempercayai janji-janji Allah. Pilihan Anda dapat mengubah kemungkinan menjadi kenyataan.
Melalui pancaindera, kita dapat dipengaruhi kebohongan iblis, tapi — dan ini penting — kita tidak harus mempercayai kebohongan itu. Jika kita memercayainya, kita memprosesnya menjadi suatu realita jasmaniah yang membentuk substansi jaringan saraf yang menentukan tindakan kita. Ini berarti bahwa jika kita mendengarkan dan percaya pada kebohongan musuh, kita sebenarnya memilih untuk memprosesnya menjadi realita jasmaniah di dalam otak kita. Dengan melakukannya, kita menciptakan kejahatan dan bertindak selaras dengannya. Kita tidak harus percaya kebohongan iblis. Kita bisa menghalangi segala kemungkinan itu untuk menjadi kenyataan.
Sebagai manusia dengan kehendak bebas, kita menciptakan kekacauan ketika kita menumbuhkan hal negatif dalam pikiran kita. Akibatny, probabilitas toksik akan menjadi kenyataan akibat pilihan kita. Tuhan telah memberi kita kuasa untuk menciptakan yang baik atau jahat dengan pilihan kita. Begitu kita menyadari konsekuensi yang sangat nyata ini, semoga kita akan lebih berhati-hati dalam mengendalikan pikiran kita yang penuh kuasa ini.
Disadur dari : Switch on Your Brain Every Day : 365 Readings for Peak Happiness, Thinking, and Health, oleh Dr. Caroline Leaf


Comments