top of page
  • Writer: Gereja Kemuliaan Sion
    Gereja Kemuliaan Sion
  • Dec 24, 2025
  • 1 min read

24 Desember 2025


Zakh. 6:1-7:14

Why. 15:1-8

Mazmur 143:1-12

Amsal 30:24-28


Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu--bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya--supaya kita saling mengasihi. Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya. - 2 Yohanes 5-6


Untuk Direnungkan: Adalah penting bahwa kita berpikir sesuai dengan kasih Mesias dan tidak hanya berkata bahwa kita mengasihi orang lain.

Ketika kita penuh perhatian, mendukung, lembut, dan mendukung seseorang dengan bahasa tubuh, kita dapat memberikan kedamaian, pengertian, dan kasih tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Di sisi lain, postur dan ekspresi wajah kita juga bisa menjadi konfrontatif, agresif, merendahkan, atau kasar.


Sering kali bahasa tubuh kita mengkhianati perkataan kita—mulut kita mungkin berkata, “Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu marah,” sementara tubuh kita berkata, “Apa yang kamu tangisi? Ini bukan masalah besar." Jika kita gagal untuk memahami dasar-dasar bahasa nonverbal, kita akan terus mengirimkan pesan yang bercampur yang akan merusak hubungan kita atau setidaknya mencegahnya menjadi lebih kuat.


Disadur dari : Switch on Your Brain Every Day : 365 Readings for Peak Happiness, Thinking, and Health, oleh Dr. Caroline Leaf




 
 
 
  • Writer: Gereja Kemuliaan Sion
    Gereja Kemuliaan Sion
  • Dec 23, 2025
  • 2 min read

23 Desember 2025


Zakh. 4:1-5:11

Why. 14:1-20

Mazmur 142:1-7

Amsal 30:21-23


Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. --- 1 Yohanes 4:8


Untuk Direnungkan: Kita dibentuk untuk mengasihi. Pernyataan ini terkenal sebagai bias optimis dalam sains. Mengasihi orang telah tertanam kedalam rancangan alami kita yang membawa kesehatan, penyembuhan dan kegembiraan.

Pilihan adalah bagian penting dari kasih --- kasih tidak ada tanpa kebebasan memilih, dan kasih Allah telah memberikan kita kuasa untuk memilih. Kita mempunyai kuasa untuk memilih hidup atau mati, berkat atau kutuk. Kita diciptakan dalam gambar Allah “yang adalah kasih”, tetapi kita tetap dapat memilih gambar macam apa yang ingin kita cerminkan ke dunia. Kita menciptakan dunia yang ingin kita lihat melalui pikiran yang kita bangun dalam otak kita, yang akan membentuk pikiran masa depan, perkataan dan tindakan.


Kita harus lihat kedalam bagian dalam diri kita--- pikiran dibawah sadar. Pandangan duniawi apa yang telah kita tanamkan disana? Apakah perlu dirubah? Apakah kita telah gagal mengasihi orang lain? Apakah kita sesungguhnya mengenal Pencipta, gambar kasih yang kita cerminkan? Apakah kita merasa canggung dengan diri kita, mental dan fisik? Saya tahu bahwa saya tidak selalu bertindak mengasihi (terutama kalau mengantri di toko kelontong panjang dan kasir kerjanya lama!)


Tetapi jika kita memilih untuk mengendalikan pikiran dan memperbaharuinya, mengaktifkan rancangan kasih dari otak dan tubuh kita, kita akan belajar untuk bertindak dan bereaksi dalam kasih. Akibatnya kita akan membentuk identitas sebenarnya sebagai pembawa gambar Allah yang adalah kasih. Kita akan merasakan kedamaian dalam diri kita, yang akan memberikan kita perasaan sehat fisik dan mental yang mendalam dan berlimpah; kita bertindak seperti yang seharusnya karena kita dirancang dalam kasih.


Disadur dari : Switch on Your Brain Every Day : 365 Readings for Peak Happiness, Thinking, and Health, oleh Dr. Caroline Leaf



 
 
 
  • Writer: Gereja Kemuliaan Sion
    Gereja Kemuliaan Sion
  • Dec 22, 2025
  • 1 min read

22 Desember 2025


Zakh. 2:1-3:10

Why. 13:1-18

Mazmur 141:1-10

Amsal 30:18-20


Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. - 1 Yohanes 4:4


Untuk Direnungkan: Otak Anda akan mengikuti instruksi dan pilihan pikiran Anda dan mengubah pandangannya sesuai dengan itu semua.

Kita secara langsung bertanggung jawab atas apa yang kita pilih untuk kita pikirkan dan merenungkanya, dan kita membuat keputusan itu dalam privasi pemikiran kita sendiri. Ketika kita menyadari dan mengakui bahwa kita perlu memperbarui cara kita berpikir, berbicara, dan bertindak, penting untuk membuat perbedaan antara siapa diri kita sebenarnya dan siapa diri kita yang telah telah berubah akibat pilihan toksik. Ingat, jika Anda yang mengaktifkan pikiran tersebut, Anda dapat mengaplikasikannya! Anda bukan korban dari masa lalu Anda. Otak Anda akan mengikuti instruksi dan pilihan pikiran Anda dan mengubah pandangannya sesuai dengan hal tersebut.


Disadur dari : Switch on Your Brain Every Day : 365 Readings for Peak Happiness, Thinking, and Health, oleh Dr. Caroline Leaf

 
 
 
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey YouTube Icon
bottom of page