top of page
  • Writer: Gereja Kemuliaan Sion
    Gereja Kemuliaan Sion
  • 3 days ago
  • 1 min read

26 Januari 2026


Kel. 2:11-3:22

Mat. 17:10-27

Mazmur 22:1-18

Amsal 5:7-14


Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. - Matius 5:43-45


Untuk Direnungkan: Otak dan tubuh Anda berfungsi paling baik saat Anda mengembangkan pendukung pola pikir.

Komponen penting untuk memiliki pendukung pola pikir adalah kuasa kesembuhan dalam komunitas dan usaha menjangkau untuk membantu orang lain, bukan hanya mendapatkan bantuan bagi diri sendiri. Dukungan sosial yang tinggi di dalam komunitas bahkan diprediksi mengakibatkan umur panjang bahkan lebih andal daripada makan sehat dan olahraga teratur. Di sisi lain, tingkat dukungan sosial yang rendah dalam suatu komunitas dapat sama merusaknya bagi tubuh kita seperti halnya tekanan darah tinggi.


Untuk setiap individu yang menghadapi kesulitan dalam kehidupan mereka (yaitu, semua orang), isolasi dapat mematikan. Dukungan sosial sangat penting jika kita ingin belajar bagaimana mengelola emosi kita dan menghadapi segala kesulitan dalam kehidupan. Memang, hubungan yang kuat dan suportif memungkinkan kita untuk bertahan melalui masa-masa sulit.


Disadur dari : Switch on Your Brain Every Day : 365 Readings for Peak Happiness, Thinking, and Health, oleh Dr. Caroline Leaf.

 
 
 
  • Writer: Gereja Kemuliaan Sion
    Gereja Kemuliaan Sion
  • 4 days ago
  • 1 min read

25 Januari 2026


Kej. 50:1-Kel. 2:10

Mat. 16:13-17:9

Mazmur 21:1-13

Amsal 5:1-6


"Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”. - Matius 5:16


Untuk Direnungkan: Terang adalah gelombang nonfisik yang terbuat dari paket energi yang disebut kuanta, juga dikenal sebagai foton.

Terang adalah energi, energi Allah, yang sudah ada dalam DNA kita sejak awal masa penciptaan. Sejak Allah menciptakan ruang dan waktu, DiriNya melebihi kapasitas ruang dan waktu, jadi semua yang kita butuhkan sebagai manusia telah dan mampu Ia sediakan bagi kita. Kita, melalui kekuatan kecerdasan yang diberikan Tuhan, mendapat akses pada apa yang telah disediakan Tuhan. Akses ini bermanfaat untuk kita membuat pilihan yang membawa diri kita sesuai dengan rancangan yang Allah telah tetapkan bagi kita.


Di dalam sains maupun kehidupan, Tuhan memberikan ilham pada kita, dan kita perlu menyelidiki dan mengeksplorasi sikap dan cara pikir yang tepat yang membuat diri kita secara unik mencerminkan ide-ide muliaNya. Misalnya, Allah melalui Roh Kudus akan melepaskan ilham Ilahi, dorongan spiritual, pada seseorang untuk memulai proses eksplorasi. Ini pada akhirnya membawa pada pemahaman bagi kita bagaimana alam semesta dan manusia — ciptaan Tuhan — berfungsi dengan optimal.


Ciptaan Tuhan pada kenyataannya merupakan "struktur informasi global" yang memunculkan kecenderungan-kecenderungan tindakan penuh kasih yang mencerminkan Allah, dan pilihan untuk kita melakukan tindakan kasih itu bisa diaktualisasikan dalam berbagai kesempatan, sesuai dengan pilihan yang kita buat. Ini disebut "kondisi kuantum alam semesta." Kita adalah terang dunia, jadi gunakan terang kita ini dengan bijak!


Disadur dari : Switch on Your Brain Every Day : 365 Readings for Peak Happiness, Thinking, and Health, oleh Dr. Caroline Leaf


 
 
 
  • Writer: Gereja Kemuliaan Sion
    Gereja Kemuliaan Sion
  • 5 days ago
  • 2 min read

24 Januari 2026


Kej. 48:1-49:33

Mat. 15:29-16:12

Mazmur 20:1-9

Amsal 4:20-27


Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” - Matius 5:16


Untuk Direnungkan: Ketika Anda menyiksa diri Anda dengan pemikiran toksik, Anda sedang merusak otak Anda.

Berapa banyak pernyataan "kalau-saja", "andai-saja", atau "seharusnya" yang telah Anda ucapkan hari ini? Berapa banyak kata "jika saja" muncul? Berapa kali Anda memutar ulang percakapan atau situasi yang buruk di kepala Anda, memikirkan dan menyesali bagaimana sebenarnya kejadiannya bisa berbeda? Berapa kali Anda khawatir tentang sesuatu yang tidak dapat Anda kendalikan? Berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk berspekulasi? Apakah pikiran berjalan tanpa terkendali melalui otak Anda? Apakah Anda jujur pada diri sendiri atau ingin lari dari pikiran dan perasaan Anda? Apakah Anda melakukan sesuatu dengan tidak benar-benar ikhlas, tidak sungguh berkomitmen untuk suatu tujuan, mengatakan satu hal tetapi maksudnya yang lain? Apakah pemikiran Anda terdistorsi? Apakah Anda sudah ”men-cap” identitas pribadi berdasarkan masalah atau penyakit yang Anda hadapi? Apakah Anda terlalu sering berbicara tentang "radang sendi saya" atau "masalah jantung saya"? Apakah Anda pernah membuat komentar seperti "Tidak pernah ada yang cocok untuk saya" atau "Saya selalu mengacau"? Apakah Anda berjuang mencoba mengingat banyak hal? Mencoba belajar?


Jika Anda menjawab "ya" untuk salah satu dari pertanyaan diatas, Anda adalah manusia! Kita semua menghadapi tantangan, dan kita semua perlu belajar bagaimana mengendalikan cara berpikir kita, setiap saat setiap hari. Penelitian pada tubuh-jiwa semakin menunjukkan fakta berusaha mengendalikan pikiran adalah salah satu cara terbaik untuk mendetoksifikasi otak dan kehidupan Anda, jadi berhentilah menyiksa diri Anda dengan semua pikiran “bagaimana jika” dalam kehidupan ini.


Disadur dari : Switch on Your Brain Every Day : 365 Readings for Peak Happiness, Thinking, and Health, oleh Dr. Caroline Leaf

 
 
 
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey YouTube Icon
bottom of page